Selasa, 04 November 2008

The New Minarate Corps

The New Minarate Corps

Bocah bocah gerakan yang terlahir dari desa terpencil dikawasan Taman Nasional Gunung Rinjani National Park of Rinjani Mountain ( TNGR ). Tepatnya di pondok pesantren Riadhul Falah, Aik Perape Aikmel Lombok Timur. Mereka adalah kaum terdidik dengan semangat trilogy gerakan, Intelektual, keislaman ( Aswaja ) dan Visi besar Kebangsaan Indonesia. The New Minarate terambil dari nama sebuah jurnal berpengaruh di Perancis, awal kebangkitan Kiri Islam, kebangkitan para revolusioner muslim ! satu gerakan dari mata rantai pergulatan gerakan pemikiran, ideology.
The New Minarate coprs adalah kader kader PMII Komisariat STKIP Hamzanwadi Selong, jumlah mereka 119 orang. Nama tersebut diberikan pada tanggal 2 November 2008, malam senin oleh Ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia sahabat Ida Bagus Dzulkarnain. “ dulu di Mesir ada gerakan pembaharuan, pengaruhnya begitu dahsyat dalam dunia islam dan menghentakkan dunia barat, gemanya lebih dahsyat lagi, ketika Alyasar Alislamy tertulis dalam The New Mianarate !” karena itu angkatan MAPABA kali ini saya berikan nama The New Minarate”, karena saya mengharapkan kalianlah “suluh pemikiran masa depan !”. penggalan pidato Ketum PMII Lombok Timur 2007 – 2008.
Sejarah besar hanya bias diciptakan dan dimiliki oleh generasi pemenang, Kalianlah generasi pemenang itu !




Read More..
Selamat datang di Web Kanak sasak selaparang silak simpang lek pendopo selaparang maya niki..……..”Merdeka itu adalah beban. Selangit beban diatas pundakmu sendiri. Merdeka itu adalah penderitaan, merdeka adalah sejuta penderitaan yang tak ada putus-putusnya. Merdeka berarti kamu berjalan sendirian, kamu tidak punya tuan dan majikan yang akan menolongmu kalau kamu celaka. Merdeka itu berarti kamu harus meghadapi keperihan, kesengsaraan, nasib buruk itu senddiri. Merdeka itu sakit yang maha besar. Tapi kamu harus bangga karena kamu yang terpilih untuk memikulnya. Berarti kamu dianggap mampu, kamu masih dipercaya. Kalau kamu masih dipercaya berarti kamu masih diperhitungkan. Kalau kamu masih diberikan kesengsaraan, berarti kamu masih hidup. Kamu belum menjadi mayat, belum menjadi robot, belum mati seperti yang lainberarti kamu masih merdeka. Goblok kalau kamu mau berhenti merdeka. Mengerti?” (Cuplikan cerpen Merdeka karya Putu Wijaya) Sebagai bahan renungan.